UJIAN TENGAH SEMESTER GENAP-2020/2021-STATISTIKA INDUSTRI-KAMPUS ITBI MILENIAL MEDAN
A. Bilangan Bulat (Integer)
Tipe bilangan bulat (Integer) adalah tipe data numerik yang biasa digunakan apabila bertemu dengan bilangan bulat, seperti 1, 27, 100, dll. Bilangan ini juga mengenal nilai positif dan negatif (signed number). Tipe data numerik yang termasuk ke dalam bilangan bulat adalah sebagai berikut:
Dari keempat tipe data di atas, yang sering digunakan adalah “int” atau Integer. Tipe “byte” dan “short” hanya digunakan pada aplikasi khusus yang berkaitan dengan memori. Sedangkan tipe “long” sangat jarang digunakan karena dirasa tidak memerlukan bilangan yang berkapasitas besar, seperti kapasitas yang diberikan oleh tipe “long”.
1. Byte
Tipe byte biasa digunakan pada saat kita bekerja dengan data stream pada file maupun jaringan. Tipe ini diperlukan saat kita melakukan proses seperti membaca dan menulis. Selain itu, byte juga digunakan saat kita menggunakan data biner yang tidak kompatibel dengan tipe lainnya pada program bahasa Java.
Contoh 1.
1 2 3 4 5 6 7 | public class Main { public static void main (String [] args) //Deklarasi variabel byte value = 1; //Output System.out.println("Nilai dari byte = " + value); } |
Contoh 2 :
1 2 3 4 5 6 7 8 9 | public class Main { public static void main (String [] args) //Deklarasi variabel byte value; //Inisialisasi variabel value = 1; //Output System.out.println{"Nilai dari byte = " + value); } |
2. Short
Tipe short sangat umum digunakan pada komputer yang berkapasitas 16-bit, sehingga sangat jarang sekali kita temui dengan kapasitas laptop saat ini.
Contoh 1 :
1 2 3 4 5 6 7 | public class Main { public static void main (String [] args) //Deklarasi variabel short value = 2; //Output System.out.println("Nilai dari short = " + value); } |
Contoh 2 :
1 2 3 4 5 6 7 8 9 | public class Main { public static void main (String [] args) //Deklarasi variabel short value; //Inisialisasi variabel value = 2; //Output System.out.println("Nilai dari short= " + value); } |
3. Int
Tipe int termasuk tipe yang sangat sering dipakai saat ini karena merepresentasikan angka dalam pemrograman. Sebab tipe data intdianggap paling efisien daripada tipe bilangan bulat lainnya. Tipe int digunakan pada indeks dalam struktur perulangan maupun dalam array.
Secara teori, setiap ekspresi yang melibatkan tipe integer byte, short, dan long, semuanya harus melalui prosedur int untuk dipromosikan terlebih dahulu sebelum dilakukan perhitungan.
Contoh 1 :
1 2 3 4 5 6 7 | public class Main { public static void main (String [] args) //Deklarasi variabel int value = 20; //Output System.out.println("Nilai dari int = " + value); } |
Contoh 2 :
1 2 3 4 5 6 7 8 9 | public class Main { public static void main (String [] args) //Deklarasi variabel int value; //Inisialisasi variabel value = 20; //Output System.out.println("Nilai dari int = " + value); } |
Tipe data integer dapat juga digabungkan melalui beberapa tipe data seperti berikut ini :
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 | Public class Main { public static void main (String []args) //Membuat variabel dengan beberapa tipe data yang berbeda byte value = 1; short anotherValue = 2; int result = 3; int anotherResult; //Menjumlahkan variabel byet, short, dan int anotherResult = value + anotherValue + result; //Mencetak atau menampilkan hasilnya System.out.println("Nilai dari result = " + anotherResult); } |
Baca juga : Sejarah Bahasa Pemrograman Dibuat
4. Long
Tipe long biasa digunakan saat nilainya berada di luar kapasitas rentang tipe int karena tipe longpunya range sangat tinggi dibanding tipe data lainnya. Dengan kata lain, tipe longdibutuhkan saat data memiliki range di luar jangkauan tipe int, short, maupun byte.
Contoh 1 :
1 2 3 4 5 6 7 | public class Main { public static void main (String [] args) //Deklarasi variabel long value = 22121; //Output System.out.println("Nilai dari long = " + value); } |
Contoh 2 :
1 2 3 4 5 6 7 8 9 | public class Main { public static void main (String [] args) //Deklarasi variabel long value; //Inisialisasi variabel value = 22121; //Output System.out.println("Nilai dari long = " + value); } |
B. Bilangan Pecahan (Floating Point)
Tipe bilangan pecahan ataufloating point adalah bilangan yang menangani bilangan desimal atau perhitungan secara detail. Karena kemampuannya, float point berbanding terbalik dengan integer. Terdapat dua tipe pada bilangan pecahan ini
1. Float
Tipe float biasa digunakan untuk menandai nilai yang presisi seperti ketelitian tunggal (single precision) dengan menggunakan penyimpanan 32-bit. Tipe ini memiliki kemampuan yang lebih cepat jika digunakan pada prosesor-prosesor tertentu dan pastinya memakan ruang penyimpanan yang lebih kecil dari tipe double.
Pada tipe float, akan bermasalah pada saat nilainya terlalu kecil atau terlalu besar, karena pada penerapannya nilai tersebut menjadi tidak akurat.
Contoh 1 :
1 2 3 4 5 6 7 | public class Main { public static void main (String [] args) //Deklarasi variabel float ip = 3,7; //Output System.out.println("IP saya = " + ip); } |
Contoh 2 :
1 2 3 4 5 6 7 8 9 | public class Main { public static void main (String [] args) //Deklarasi variabel float ip; //Inisialisasi variabel ip = 3,7; //Output System.out.ptintln("IP saya = " + ip); } |
2. Double
Tipe double memiliki tingkat ketelitian secara ganda atau double precision dengan menggunakan ruang penyimpanan 64-bit dalam menyimpan nilainya. Tipe tersebut pastinya memberikan kemampuan menghitung matematis secara lebih cepat dari tipe float. Dalam perhitungan yang bersifat bilangan riil dan menginginkan hasil yang lebih akurat, sebaiknya menggunakan tipe ini.
Contoh 1 :
1 2 3 4 5 6 7 | public class Main { public static void main (String [] args) //Deklarasi variabel double pi = 3.14285714286; //Output System.out.println("Nilai pi = " + pi); } |
Contoh 2 :
1 2 3 4 5 6 7 8 9 | public class Main { public static void main (String [] args) //Deklarasi variabel int pi; //Inisialisasi variabel pi = 3.14285714286; //Output System.out.println("Nilai pi = " + pi); } |
C. Karakter (Char)
Tipe data karakter tunggal yang biasa didefinisikan dengan tanda petik (‘) di awal dan di akhir karakternya. Tipe ini mengikuti aturan “unicode” sehingga bilangan harus diawali kode “/u”. Tetapi juga biasa menggunakan bilangan heksadesimal dari 0000 sampai FFFF.
Contoh 1 :
1 2 3 4 5 6 7 | public class Main { public static void main (String [] args) //Deklarasi variabel char value = 'a'; //Output System.out.println("Huruf pertama adalah " + value); } |
Contoh 2 :
1 2 3 4 5 6 7 8 9 | public class Main { public static void main (String [] args) //Deklarasi variabel char value; //Inisialisasi variabel value = 'a'; //Output System.out.println("Huruf Pertama adalah " + value); } |
Pada tipe ini terdapat juga karakter-karakter yang tidak dapat diketik melalui keyboard. Pada bahasa java kita bisa menemukan istilah “escape sequence” (pasangan karakter yang dianggap karakter tunggal). Berikut akan dijelaskan contoh escape sequence:
D. Boolean
Tipe data boolean merupakan tipe yang memiliki dua nilai yaitu benar (true) atau salah (false). Nilai yang digunakan pada tipe ini sangat penting dalam mengambil keputusan suatu kejadian tertentu.
1 2 3 4 5 6 7 8 | public class Main { public class void main (String [] args) //Deklarasi variabel boolean value = true; //Output System.out.println("Nilai boolean = " + value); } } |
Nah, secara keseluruhan akan jadi seperti ini:
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 | class Main { public static void main (String [] args){ //Tipe data primitif long sampleOfLong = 546767226531; int sampleOfInteger = 2235641; short sampleOfShort = 741; byte sampleOfByte = 34; float sampleOfFloat = 1.733; double sampleOfDouble = 4.967; char sampleOfChar = 'C'; boolean sampleOfBoolean = true; System.out.println("Nilai Long : " + sampleOfLong); System.out.println("Nilai Integer : " + sampleOfInteger); System.out.println("Nilai Short : " + sampleOfShort); System.out.println("Nilai Byte : " + sampleOfByte); System.out.println("Nilai Float : " + sampleOfFloat); System.out.println("Nilai Double : " + sampleOfDouble); System.out.println("Nilai Char : " + sampleOfChar); System.out.println("Nilai Boolean : " + sampleOfBoolean); } } |
Seperti itulah macam-macam tipe data dan contohnya yang biasa digunakan dalam pemrograman komputer, seperti Java.
2).Dalam ilmu statistik, jenis data dibedakan menjadi empat macam skala pengukuran, yaitu nominal, ordinal, interval, dan rasio. Apa bedanya keempat skala pengukuran itu? baiklah saya uraikan perbedaan keempat skala pengukuran tersebut.
1. Skala Nominal
Skala nominal merupakan skala yang paling lemah dari semua skala pengukuran yang ada. Skala ini membedakan suatu peristiwa dengan peristiwa yang lain berdasarkan nama. Pada skala ordinal semua data dianggap bersifat kualitatif dan setara, sebagai contoh data siswa dibedakan menjadi laki-laki diwakili dengan angka 1 dan perempuan diwakili dengan angka 2, konsekuensi dari nominal tidak mungkin seseorang memiliki dua kategori sekaligus.
2. Skala Ordinal
Skala ordinal pengukuran didasarkan pada jumlah relatif beberapa karakteristik khusus yang dimiliki oleh setiap peristiwa. Oleh karena itu, pengukuran skala ordinal memungkinkan penyusunan peringkat dari masingmasing peristiwa yang terjadi. Pada skala ordinal terdapat klasifikasi data berdasarkan tingkatan, sebagai contoh tingkat pendidikan, kategori SD diwakili angka 1, SMP diwakili angka 2, SMA diwakili angka 3, dan kategori Serjana diwakili angka 4, dari data tingkat pendidikan yang diwakili angka 1, 2, 3 dan 4 memilii level yang berbeda.
3. Skala Interval
Pada skala interval, pembedaan peristiwa dapat diurutkan. Antara peringkat satu dengan yang lain memiliki arti. Dengan kata lain, selain bisa dibuat dalam peringkat data dapat pula dikuantitatifkan. Sebagai contoh interval nilai pelajaran matematika di SMP Maju adalah 0 sampai 100, bila siswa A dan B masing-masing mendapat nilai 45 dan 90 bukan berarti tingkat kecerdasan B dua kali dari tingkat kecerdasan A meskipun nilai B dua kali dari nilai A.
4. Skala Rasio
Skala rasio merupakan pengukuran yang paling tinggi. Skala rasio adalah hasil pengukuran untuk nilai yang sesungguhnya, bukan kategori seperti pada skala nominal, ordinal maupun interval. Sebagai contoh saldo A di bank BRI bernilai Rp.50.000,00. Angka 50.000 benar-benar real bahwa A mempunyai uang sebesar Rp.50.000,00.
3).Bagian-Bagian Distribusi Frekuensi
Bagian-bagian dari distribusi frekuensi antara lain:
Kelas (class) merupakan kelompok nilai data atau variabel dari sebuah data acak
Batas Kelas (class limit) merupakan nilai yang menjadi batas antar kelas. Batas kelas adalah batas semu dari masing-masing kelas, karena di antara kelas yang satu dengan kelas yang lain masih ada lubang tempat angka tertentu. Terdapat dua batas kelas untuk data yang telah diurutkan, yakni batas kelas bawah (lower class limit) dan batas kelas atas (upper class limit)
Tepi kelas atau batas nyata kelas yang tidak mempunyai lubang untuk angka tertentu antara kelas yang satu dengan yang lainnnya. Terdapat dua kelas yakni tepi kelas atas dan tepi kelas bawah.
Titik tengah kelas atau tanda kelas merupakan angka atau nilai data yang tepat berada di tengah kelas. Titik tengah kelas merupakan nilai yang menjawi wakil kelasnya dalam data. Untuk menetapkan titik tengah kelas bisa dicari dengan rumus:
Titik Tengah Kelas = ½ (batas atas kelas + batas bawah kelas)
Interval kelas merupakan selang yang menjadi pemisah kelas yang satu dengan kelas yang lain.
Panjang interval kelas atau luas kelas merupakan jarak antara tepi atas kelas dengan tepi bawah kelas
Frekuensi kelas merupakan banyaknya data yang termasuk ke dalam kelas tertentu dari data acak.
4).





Komentar
Posting Komentar